Jumat, 08 Oktober 2010
tentang dia
Dia
Dia awalnya gue kenal dari yahoo messenger
Bulan Februari tanggal 27 tahun 2010
Sebuah id yg ga gue kenal nyapa
"Siapa ini?"
Then I said, "Ini bey, kamu siapa yaaa?"
Dari chatting ngalor ngidul dibumbui ketawa ketiwi karna ternyata dia adalah teman lumayan dekat dari sahabat terbaik gue, Chyntia Vamella Gania Putri a.k.a Gerpilus. Sampai ujung ujungnya kita jadi lumayan deket karna sering chatting.
Dia
Our first met was in Gor Koni, jl. Jakarta
TO Telkom (waktu itu kan kelas 3 SMA yaaa, jd lg rajin rajinnya ikutan TO sana sini)
Gue dateng sama Dian, temen SMA. Dan dia dateng sama Gerpil.
Tapi saat itu gue ga sadar bahwa itu adalah dia, yg nyaris tiap malem chatting sama gue
(Tapi apakah dia sadar?)
Dia
Pertama kali gue main sama dia adalah karokean ke Naff BSM
Berempat: gue, dia, Gerpil, dan Hasbi
Dari yg awalnya selalu main berempat (so so double date HAHAHA)
Lama lama jd keseringan berdua aja, karena Gerpil dan Hasbi sibuk sendiri sendiri waktu itu
Dia
Yang selalu ada buat gue di saat gue butuh
Butuh orang yg nganter gue kemana mana
Makan, nonton, jajan rotiboy, bahkan ke kampus
Butuh orang untuk ngehibur gue disaat sedih
Saat mendadak gue ga lulus karna pelajaran TIK
Butuh orang untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul
Sekedar biar gue ga sendiri
Dia
Yang selalu, selaluuuuuuuu baik bgt sama gue
Dan gue
Yang selalu, selaluuuuuuuu aja begitu naif dan bodoh untuk ga bisa mengartikan maksud dari semua kebaikan dia itu
Dia
Yang kemudian jadi orang yg sangat berarti buat gue
Mungkin berawal dari butuhnya gue ke dia yg mengakar sehingga gue jd bener2x ketergantungan sama dia
Walaupun saat itu posisi dia di hati gue juga masih rancu bgt, ga jelas ada dimana
Saat itu gue bingung sendiri, siapa dia buat gue?
Kecengan? No no no, absolutely big no no
Pedekatean? Oh ga juga ya kayanya, creepy juga kalau bilang itu pdkt
Sahabat?
Hmmm may be, but i was so sure that friendship is not like our relationship.
He was more, much more precious than just a best friend.
Dia
Yang selalu sabar ngehadepin gue yg egois dan agak bodoh
Sampe akhirnya ada suatu tragedi kecil
Yang seolah menyadarkan gue akan satu fakta yg mungkin sudah ada dari lama tapi baru gue sadari
Bahwa gue sayang dia
Dan fakta lain yg jelas bahwa gue ga mau kehilangan dia, dan gue mau jadi lebih dari sekedar sahabat buat dia
Fakta yg bikin gue ga lagi mikir
"siapa dia buat gue?"
Dan mengubah pertanyaan sederhana itu menjadi:
"siapa gue buat dia???"
Dia
Yang setelah 147 hari gue kenal as a good friend
Dan setelah 19 hari sukses bikin gue galau segalau-galaunya
Akhirnya resmi menjadi pacar gue
:) ---> i type this text while smilling :">
Dan dia
Sekarang telah menjadi orang yg amat sangat berarti buat gue
Orang yg paling penting
Yang selalu ada, dan semoga akan selalu ada
Yang selalu gue harap, bahwa dia adalah orang yg tepat yg Tuhan ciptakan buat gue
Karena gue selalu berharap, dia akan menjadi masa depan gue
He makes me forget about my past, he is my present, and i really hope he will be my future :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar