Pernah dengar quote itu?
Aku pernah, dan kurasa quote itu benar sekali.
Sahabat adalah hadiah yang kita berikan pada diri kita sendiri.
Diary,
Mari ku perkenalkan kau pada sahabat-sahabat terbaik yang pernah kumiliki
Yang membuatku merasa begitu beruntung untuk memiliki mereka sebagai sahabatku
Sebagai hadiahku
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pernah suatu hari dalam hidupku, aku dipertemukan oleh 4 insan yang kini menjadi bagian terpenting dalam hidupku
Kami bertemu di tempat yang indah dan di masa paling indah,
SMA
Yang pertema ku kenal adalah Aziza Andini Putri
Di hari MOS yang ketiga, aku yang belum mempunyai teman dekat ingin sekali jajan ke kantin
Lalu aku melihatnya, dengan rambut keritingnya yang khas, tengah berjalan ke arah kantin dengan teman SMP nya, Stevie.
Akupun mengikuti mereka, nimbrung. Ya, begitu tidak tau malu nya aku :p
Kami semakin dekat ketika mengikuti OSIS bersama
Dia adalah sahabat yang baik (Well, semua sahabat itu baik. Tapi, dia benar-benar baik sekali)
Dia baik sekali untuk segala definisi dari kata baik
Dia adalah figur yg sabar, selalu menjadi penengah jika ada masalah di antara kami
Dia selalu dewasa, menyikapi semua hal dengan sudut pandang yang tidak biasa
Dia selalu kuat, dia tidak pernah menangis
Dia pemaaf, selalu tersenyum, bahkan saat akupun sadar bahwa aku telah membuatnya kesal
Dia pendengar yang baik, dia selalu ada saat aku membutuhkan seseorang
Untuk menceritakan kebahagiaanku karena hal apapun
Untuk menumpahkan kekesalan, kesedihan, kemarahan
Bahkan untuk sekedar mendengarkan cerita-cerita konyolku
Kadang aku berpikir, apakah dia pernah merasa bosan mendengarkanku berceloteh?
Dia yang paling sholehah diantara kita, tidak pernah meninggalkan shalatnya
Dia yang selalu mengingatkan kami untuk shalat, dimanapun kami sedang berada saat itu
Dia tidak pernah disentuh lelaki (Well, tau maksudnya kan)
Sementara kami sahabat-sahabatnya, kami hanyalah gadis-gadis sewajarnya gadis jaman ini
Tapi dia, tidak pernah tergoda untuk menjadi seperti kami
Dan walaupun begitu, dia tidak pernah memandang kami rendah karena kesalahan kami itu
Karena dia mengerti
Diary, kemarin dia berulangtahun, yg ke-18
Tapi, karena banyak alasan yang tidak mungkin dihindari, kami tidak bisa merayakan ulangtahunnya kemarin
Aku sungguh amat sangat sedih untuk itu
Dia penting bagi kami, tapi kami bahkan tidak bisa meluangkan waktu untuk ulangtahunnya :((((
Itu karena kami berempat mempunyai kesibukan yang berbeda-beda
Disini, aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya
Dan aku sungguh ingin dia tau:
Bahwa ia adalah sahabat terbaik yang pernah kami miliki :')
Diary, aku sangat menyayanginya.
Yang ku kenal selanjutnya adalah Chyntia Vamella Gania Putri
Aku mengenalnya dari OSIS
Dia adalah seorang yang aktif, temannya banyak sekali
Dia tidak berhenti berbicara, dia selalu tertawa
Banyak yang bilang sifatnya dan sifatku nyaris sama
Ya, akupun menyadari dan mengakui,
Banyak sekali sifatnya yang kadang mengingatkanku pada diriku sendiri
Mungkin karena itulah aku selalu merasa cocok dengan dirinya
Aku yang menciptakan nama "gerpil" untuknya
Dan sekarang hampir semua orang memanggilnya "gerpil"
Dan aku begitu bangga akan kenyataan itu :p
Dan ada satu fakta yang aneh namun nyata tentangnya dan aku
Dia adalah orang yang pertama kali memperkenalkanku pada 3 hal yang sekarang menjadi hal yang paling aku sukai, gehu pedas, bajigur, pacarku
Dia menarik, banyak orang suka padanya
Dia orang yang pandai membuat orang lain bahagia
Dengan dia, aku bisa tertawa sampai tak terkontrol, walau kadang hanya lewat chatting online saja
Dia selalu membuatku tertawa, apapun keadaanku, apapun keadaannya
Disaat aku sedih, dia sedemikian rupa menghiburku
Kemarin disaat aku jatuh, hanya dia yang ada, menghiburku
Sepulang kuliah, dia langsung ke rumahku, demi aku
Walaupun dia hanya ada untuk berbicara padaku, melontarkan lelucon-lelucon konyol untuk membuatku sekedar tersenyum, but it's really very very helping :)
Disaat dia sedihpun, dia tetap bisa membuatku tertawa
Dia kuat, dia orang yang tidak pernah mau terlihat sedih di mata orang lain
Disaat aku begitu sedih untuk keadaanya, dia selalu bersikeras bahwa dia tidak apa-apa
Dia selalu "baik-baik saja", walaupun aku tau dia tidak baik-baik saja
Pernah beberapa kali aku berselisih paham dengannya dalam masalah pekerjaan
Tapi setelahnya kami akan merasa dua kali lipat lebih dekat dari sebelumnya :')
Diary, kadang aku merasa bersalah padanya
Aku membawanya pada seseorang yang kemudian menyakitinya sedemikian rupa
Orang yang dia sayangi, aku sayangi, tapi orang itu menyakitinya
Setiap kali aku mengutarakan rasa bersalahku dan meminta maaf padanya, dia selalu berkata "tidak apa apa"
Padahal aku tau pasti, dia tidak "tidak apa-apa"
Disini aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya padanya
Untuk telah membawa kesakitan dalam hidupnya
Diary, sulit untukku menjelaskan betapa aku menyayanginya
Dahlya Nurul Mawaddah Santosa, ku kenal dia berbarengan dengan aku mengenal gerpil
Dari OSIS.
Dia adalah orang yang polos, kepolosannya begitu mengasyikan untuk menjadi bahan lelucon kami :p
Dia orang yang sensitif, yang penuh kasih
Dia begitu mudah jatuh cinta
Banyak nama lelaki yang kami dengar dari mulutnya, tapi dia bukan playgirl loh
Pernah kami bertengkar hebat
Berminggu-minggu kami tidak bertegur sapa
Klise, hanya masalah lelaki
Disini juga aku ingin meminta maaf padanya
Untuk telah begitu kekanakkan dengan tidak memaafkannya saat itu
Dan diary, sejujurnya, aku menyayanginya
Yang terakhir ku kenal adalah Andina Dwi Septianti
Aku mengenalnya dari OSIS juga, hanya saja dia baru mengikuti OSIS di kelas 2
Entah kenapa aku selalu melihatnya sebagai figur yang elegan,
Walaupun aku terlalu gengsi untuk mengatakan padanya langsung :p
Dia cerdas, dia bisa mempertahankan nilai-nilainya tetap stabil walaupun sibuk
Dia adalah seorang wanita sejati
Dia berbicara dengan santun, layaknya seorang ayu
Berbeda jauh denganku yang cablak
Mamaku pernah berkata "Jadi cewe tuh kaya Andina, lemah lebut, jgn krasak krusuk aja, mana ada cowo yang suka"
Mudah baginya membuat lelaki jatuh cinta padanya
Dia pandai mengendalikan emosi,
Sekesal-kesalnya dia, dia tidak pernah menumpahkan emosi sepenuhnya sepertiku
Dia pintar, dia selalu bisa mengutarakan kemauannya tanpa terlihat manja
Dia pandai mengutarakan maksudnya, tanpa pernah membuat orang lain tersinggung
Caranya yang khas, pola pikirnya, kemampuan mengendalikan emosinya,
Kadang membuatku iri
Dia kuat, dia mampu bertahan setelah berkali-kali ditinggalkan orang yang dicintainya
Dia yang terakhir kukenal, tapi justru dia lah yang paling dekat denganku selama masa jabatan OSIS
Aku ingat, aku pertama kali mengenalnya saat ngamen untuk acara Attack.
Aku tidak tau akan pulang dengan siapa, sementara itu sudah malam sekali
Lalu iza bilang; "Itu Andina rumahnya di ciwastra juga"
Saat itu rasanya aku sangat tenang sekali, seperti menemukan malaikat
Dan sejak saat itu kami selalu bersama layaknya anak kembar
Ditambah lagi kami bekerja di satu seksi bidang yang sama, kami membuat majalah sekolah berdua
Selalu berdua, dari pagi sampai malam
Perjuangan, menghadang hujan, panas, macet, dengan motor
Berkeliling Bandung, dengan motor
Menangis bersama, untuk masalah pekerjaan, masalah cinta
Jalan pikiran kami juga nyaris sama, pendapatku nyaris selalu sama dengan pendapatnya
Diary, pernah suatu saat aku merasa kesal pada dirinya
Suatu masalah pekerjaan, saat kami bersiteru dengan sahabat kami yang lain
Dan aku merasa kesal, karena dia tidak sepertiku, karena dia pemaaf
Aku merasa terkhianati, setelah sekian lama kami begitu dekat berdua bersama
Dan sekarang aku merasa begitu bersalah
Untuk begitu kekanakan dengan berpikiran sempit seperti itu
Aku belajar menjadi seorang pemaaf darinya
Disini, aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk kesalahanku dulu
Diary, aku mengaguminya, selalu. Dan aku menyayanginya
Diary, aku ingin menjadi sahabat mereka selamanya
Walaupun kini kami tidak lagi berada di satu lingkungan yang sama
Aku ingin kami bersahabat hingga kami tua nanti
Hingga saat kami sudah berhasil menggapai cita-cita kami di masa putih abu dulu
Hingga saat nanti kami bisa merasa bangga akan satu sama lain
Hingga suatu saat nanti kami menjadi orang-orang sukses, bahagia
Dengan suami dan anak-anak yang kami cintai
Seperti yang selalu kami impikan
Dahlya - Izza - Bella - Andina - Chyntia
Dahlya - Andina - Izza - Bella - Chyntia
Jika kalian sempat membaca note ini,
Kuharap kalian mengerti, aku ingin kalian tau;
Kalianlah sahabat-sahabat terbaik yang pernah kumiliki :')


Tidak ada komentar:
Posting Komentar