Jumat, 29 Oktober 2010

YOU

I love that you know me
I love that i able to know you
I love your facial expressions
I love the way you say my name
I love the way you whisper "I love you"
I love the way you want tell me things
I love your laugh
I love your smile
I love that we have the same sense of humor
I love that we're on the same wavelength
I love your friendly flirting
I love our conversation
I love that you care, even if it's not the kind of care that i want
I love that you are never awkward around me
I love how you smell and how it lingers on my clothes
I love your hugs and how they're feels warm and safe
I love that our hand fit together perfectly
I love that you are concerned about me
I love how you trust me
I love how you can be my best friend sometimes
I love that i can trust you and how you keep my faith
I love the way i think that i wont be able to live without you
I...
I just love you :)

Sabtu, 16 Oktober 2010

42 things a girl wishes their boyfriend knew

1. when you break her heart, the pain never really goes away
2. when she misses you, she's hurting inside
3. when she says it's over, she still wants you to be hers
4. when she walks away from you madly, it means she wants you to follow her
5. when she stares at your mouth, it means she wants you to kiss her
6. when she pushes or hits you, grab her tight and don't let her go.
7. when she stars cursing at you, kiss her and tell her you love her
8. when she ignores you, give her your attention
9. when she pulls away, pull her back.
10. when you see her at her worst, tell her she's beautiful
11. when you see her crying, just hold her and don't say a word.
12. when you see her walking, sneak up and hug her waist from behind
13. when she's scared, protect her.
14. when she lays her head on your shoulder, tilt her head up and kiss her
15. when she steals your favourite jacket, let her keep it and sleep with it for a night.
16. when she teases you, tease her back and make her laugh
17. when she doesn't answer for a long time, reassure her that everything is okay.
18. when she looks at you with doubt, back yourself up with the truth.
19. when she says that she likes you, she really does more than you could understand.
20. when she grabs your hands, hold hers and play with her fingers
21. when she bumbs into you, bumb into her back and make her laugh
22. when she tells you a secret, keep it safe and untold.
23. when she looks at you in your eyes, don't look away until she does.
24. stay on the phone with her even if she's not saying anything
25. don't let her have the last word.
26. don't call her hot, but gorgeous or beautiful is so much better
27. say you love her more that she could ever love you
28. argue that she is the best girl ever
29. when she's mad, hug her tight and don't let go
30. when she says she's okay, don't believe it, talk to her about it, because 10 years later she'll remember it
31. call her at 12:00 am on special occasions to tell her you love her
32. call her before you sleep and after you wake up
33. treat her like she's all that matters to you
34. don't ignore her when she's out with you and your friends
35. stay up all night with her when she's sick
36. watch her favourite movie with her or her favourite show even if you think it's stupid
37. let her into your world
38. when she's bored and sad, hang out with her
39. let her know she's important
40. kiss her in the pouring rain
41. when she runs up at you crying, the first thing you say is "who's ass am i kicking today baby?"
And the last:
42. after she writes this, she hopes one day you'd read it, and remember every single word wrote on it.

Sahabat :')

"Bestfriend is a gift that you give to yourself"

Pernah dengar quote itu?
Aku pernah, dan kurasa quote itu benar sekali.
Sahabat adalah hadiah yang kita berikan pada diri kita sendiri.

Diary,
Mari ku perkenalkan kau pada sahabat-sahabat terbaik yang pernah kumiliki
Yang membuatku merasa begitu beruntung untuk memiliki mereka sebagai sahabatku
Sebagai hadiahku

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pernah suatu hari dalam hidupku, aku dipertemukan oleh 4 insan yang kini menjadi bagian terpenting dalam hidupku

Kami bertemu di tempat yang indah dan di masa paling indah,
SMA

Yang pertema ku kenal adalah Aziza Andini Putri
Di hari MOS yang ketiga, aku yang belum mempunyai teman dekat ingin sekali jajan ke kantin
Lalu aku melihatnya, dengan rambut keritingnya yang khas, tengah berjalan ke arah kantin dengan teman SMP nya, Stevie.
Akupun mengikuti mereka, nimbrung. Ya, begitu tidak tau malu nya aku :p
Kami semakin dekat ketika mengikuti OSIS bersama
Dia adalah sahabat yang baik (Well, semua sahabat itu baik. Tapi, dia benar-benar baik sekali)
Dia baik sekali untuk segala definisi dari kata baik
Dia adalah figur yg sabar, selalu menjadi penengah jika ada masalah di antara kami
Dia selalu dewasa, menyikapi semua hal dengan sudut pandang yang tidak biasa
Dia selalu kuat, dia tidak pernah menangis
Dia pemaaf, selalu tersenyum, bahkan saat akupun sadar bahwa aku telah membuatnya kesal
Dia pendengar yang baik, dia selalu ada saat aku membutuhkan seseorang
Untuk menceritakan kebahagiaanku karena hal apapun
Untuk menumpahkan kekesalan, kesedihan, kemarahan
Bahkan untuk sekedar mendengarkan cerita-cerita konyolku
Kadang aku berpikir, apakah dia pernah merasa bosan mendengarkanku berceloteh?
Dia yang paling sholehah diantara kita, tidak pernah meninggalkan shalatnya
Dia yang selalu mengingatkan kami untuk shalat, dimanapun kami sedang berada saat itu
Dia tidak pernah disentuh lelaki (Well, tau maksudnya kan)
Sementara kami sahabat-sahabatnya, kami hanyalah gadis-gadis sewajarnya gadis jaman ini
Tapi dia, tidak pernah tergoda untuk menjadi seperti kami
Dan walaupun begitu, dia tidak pernah memandang kami rendah karena kesalahan kami itu
Karena dia mengerti
Diary, kemarin dia berulangtahun, yg ke-18
Tapi, karena banyak alasan yang tidak mungkin dihindari, kami tidak bisa merayakan ulangtahunnya kemarin
Aku sungguh amat sangat sedih untuk itu
Dia penting bagi kami, tapi kami bahkan tidak bisa meluangkan waktu untuk ulangtahunnya :((((
Itu karena kami berempat mempunyai kesibukan yang berbeda-beda
Disini, aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya
Dan aku sungguh ingin dia tau:
Bahwa ia adalah sahabat terbaik yang pernah kami miliki :')
Diary, aku sangat menyayanginya.

Yang ku kenal selanjutnya adalah Chyntia Vamella Gania Putri
Aku mengenalnya dari OSIS
Dia adalah seorang yang aktif, temannya banyak sekali
Dia tidak berhenti berbicara, dia selalu tertawa
Banyak yang bilang sifatnya dan sifatku nyaris sama
Ya, akupun menyadari dan mengakui,
Banyak sekali sifatnya yang kadang mengingatkanku pada diriku sendiri
Mungkin karena itulah aku selalu merasa cocok dengan dirinya
Aku yang menciptakan nama "gerpil" untuknya
Dan sekarang hampir semua orang memanggilnya "gerpil"
Dan aku begitu bangga akan kenyataan itu :p
Dan ada satu fakta yang aneh namun nyata tentangnya dan aku
Dia adalah orang yang pertama kali memperkenalkanku pada 3 hal yang sekarang menjadi hal yang paling aku sukai, gehu pedas, bajigur, pacarku
Dia menarik, banyak orang suka padanya
Dia orang yang pandai membuat orang lain bahagia
Dengan dia, aku bisa tertawa sampai tak terkontrol, walau kadang hanya lewat chatting online saja
Dia selalu membuatku tertawa, apapun keadaanku, apapun keadaannya
Disaat aku sedih, dia sedemikian rupa menghiburku
Kemarin disaat aku jatuh, hanya dia yang ada, menghiburku
Sepulang kuliah, dia langsung ke rumahku, demi aku
Walaupun dia hanya ada untuk berbicara padaku, melontarkan lelucon-lelucon konyol untuk membuatku sekedar tersenyum, but it's really very very helping :)
Disaat dia sedihpun, dia tetap bisa membuatku tertawa
Dia kuat, dia orang yang tidak pernah mau terlihat sedih di mata orang lain
Disaat aku begitu sedih untuk keadaanya, dia selalu bersikeras bahwa dia tidak apa-apa
Dia selalu "baik-baik saja", walaupun aku tau dia tidak baik-baik saja
Pernah beberapa kali aku berselisih paham dengannya dalam masalah pekerjaan
Tapi setelahnya kami akan merasa dua kali lipat lebih dekat dari sebelumnya :')
Diary, kadang aku merasa bersalah padanya
Aku membawanya pada seseorang yang kemudian menyakitinya sedemikian rupa
Orang yang dia sayangi, aku sayangi, tapi orang itu menyakitinya
Setiap kali aku mengutarakan rasa bersalahku dan meminta maaf padanya, dia selalu berkata "tidak apa apa"
Padahal aku tau pasti, dia tidak "tidak apa-apa"
Disini aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya padanya
Untuk telah membawa kesakitan dalam hidupnya
Diary, sulit untukku menjelaskan betapa aku menyayanginya

Dahlya Nurul Mawaddah Santosa, ku kenal dia berbarengan dengan aku mengenal gerpil
Dari OSIS.
Dia adalah orang yang polos, kepolosannya begitu mengasyikan untuk menjadi bahan lelucon kami :p
Dia orang yang sensitif, yang penuh kasih
Dia begitu mudah jatuh cinta
Banyak nama lelaki yang kami dengar dari mulutnya, tapi dia bukan playgirl loh
Pernah kami bertengkar hebat
Berminggu-minggu kami tidak bertegur sapa
Klise, hanya masalah lelaki
Disini juga aku ingin meminta maaf padanya
Untuk telah begitu kekanakkan dengan tidak memaafkannya saat itu
Dan diary, sejujurnya, aku menyayanginya

Yang terakhir ku kenal adalah Andina Dwi Septianti
Aku mengenalnya dari OSIS juga, hanya saja dia baru mengikuti OSIS di kelas 2
Entah kenapa aku selalu melihatnya sebagai figur yang elegan,
Walaupun aku terlalu gengsi untuk mengatakan padanya langsung :p
Dia cerdas, dia bisa mempertahankan nilai-nilainya tetap stabil walaupun sibuk
Dia adalah seorang wanita sejati
Dia berbicara dengan santun, layaknya seorang ayu
Berbeda jauh denganku yang cablak
Mamaku pernah berkata "Jadi cewe tuh kaya Andina, lemah lebut, jgn krasak krusuk aja, mana ada cowo yang suka"
Mudah baginya membuat lelaki jatuh cinta padanya
Dia pandai mengendalikan emosi,
Sekesal-kesalnya dia, dia tidak pernah menumpahkan emosi sepenuhnya sepertiku
Dia pintar, dia selalu bisa mengutarakan kemauannya tanpa terlihat manja
Dia pandai mengutarakan maksudnya, tanpa pernah membuat orang lain tersinggung
Caranya yang khas, pola pikirnya, kemampuan mengendalikan emosinya,
Kadang membuatku iri
Dia kuat, dia mampu bertahan setelah berkali-kali ditinggalkan orang yang dicintainya
Dia yang terakhir kukenal, tapi justru dia lah yang paling dekat denganku selama masa jabatan OSIS
Aku ingat, aku pertama kali mengenalnya saat ngamen untuk acara Attack.
Aku tidak tau akan pulang dengan siapa, sementara itu sudah malam sekali
Lalu iza bilang; "Itu Andina rumahnya di ciwastra juga"
Saat itu rasanya aku sangat tenang sekali, seperti menemukan malaikat
Dan sejak saat itu kami selalu bersama layaknya anak kembar
Ditambah lagi kami bekerja di satu seksi bidang yang sama, kami membuat majalah sekolah berdua
Selalu berdua, dari pagi sampai malam
Perjuangan, menghadang hujan, panas, macet, dengan motor
Berkeliling Bandung, dengan motor
Menangis bersama, untuk masalah pekerjaan, masalah cinta
Jalan pikiran kami juga nyaris sama, pendapatku nyaris selalu sama dengan pendapatnya
Diary, pernah suatu saat aku merasa kesal pada dirinya
Suatu masalah pekerjaan, saat kami bersiteru dengan sahabat kami yang lain
Dan aku merasa kesal, karena dia tidak sepertiku, karena dia pemaaf
Aku merasa terkhianati, setelah sekian lama kami begitu dekat berdua bersama
Dan sekarang aku merasa begitu bersalah
Untuk begitu kekanakan dengan berpikiran sempit seperti itu
Aku belajar menjadi seorang pemaaf darinya
Disini, aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk kesalahanku dulu
Diary, aku mengaguminya, selalu. Dan aku menyayanginya

Diary, aku ingin menjadi sahabat mereka selamanya
Walaupun kini kami tidak lagi berada di satu lingkungan yang sama
Aku ingin kami bersahabat hingga kami tua nanti
Hingga saat kami sudah berhasil menggapai cita-cita kami di masa putih abu dulu
Hingga saat nanti kami bisa merasa bangga akan satu sama lain
Hingga suatu saat nanti kami menjadi orang-orang sukses, bahagia
Dengan suami dan anak-anak yang kami cintai
Seperti yang selalu kami impikan


Dahlya - Izza - Bella - Andina - Chyntia 
 

Dahlya - Andina - Izza - Bella - Chyntia

Jika kalian sempat membaca note ini,
Kuharap kalian mengerti, aku ingin kalian tau;
Kalianlah sahabat-sahabat terbaik yang pernah kumiliki :')

Jumat, 15 Oktober 2010

another love song

This song is for you... you better listen...
 
tak pernah kuduga
semuanya berubah
saat kau memandangku
bergetar hati ini
kau berikan harapan tentang
warna warni hariku

semenjak ada dirimu
dunia terasa indahnya
semenjak kau ada disini
kumampu melupakannya


kini aku tak sabar
ingin hati kau untukku
nyatakanlah kepadaku
janji indah yang kutunggu


semua kini telah bersinar lagi
takkan kuingat dia
semenjak ada dirimu
dunia terasa indahnya
semenjak kau ada disini
kumampu melupakannya

semenjak ada dirimu
semua terasa indahnya
semenjak kau ada disini
tak ingin melepaskanmu


(nah kalau ini adalah lagu yang paling sering gue denger dulu2x, sebelum kami jadian gitu deh di. aduh sorry ya di daritadi ngepost lirik geje hehehehe :D)

baby i do love you

Baby I love you and I'll never let you go
But if I have to boy I think that you should know
All the love we make can never be erased
And I promise you that you will never be replaced

I love you, yes I do
I'll be with you as long as you want me to
Until the end of time

From the day I met you I knew we'd be together
And now I know I wanna be with you forever
I wanna marry you and I wanna have your kids
Thinking never compared to be without your kisses

I can say I'm truly happy to this day
You made me thank god that I live my life everyday
There's never been a doubt in my mind
That I regret ever having you by my side

But if the day comes that I have to let you go
I think there's somthin' I should probably let you know
Enjoy everyday that I spent with you
And I will miss you but I'm happy that I had you at all

Baby I love you and I'll never let you go
But if I have to boy I think that you should know
All the love we made can never be erased
And I promise you that you will never be replaced

I love you ohh yes I do
I'll be with you as long as you want me to
Until the end of time

(mendadak mellow dan jadi suka bgt lagu imut ini HAHAHA, am i  fall in love this much so almost all songs in my playlist is love songs now? ckck)

my phobia

inspired by:  seekor binatang menjijikan di langit2x rumah, yg sedari tadi mengganggu ketenangan gue dengan bunyi "ckckck" nya

semua orang punya suatu hal yg ditakuti kan?
gue punya.
mungkin orang2x terdekat gue tau, gue takut cicak.
hiii gue benci bgt binatang melata yg satu itu, bahkan barusan saat mengetikan 5 huruf itu, gue sedikit bergidik dan bulu kuduk gue sedikit berdiri.
gue tau ini lebay ya, but thats the fact.
kalau ada itu di atas gue, gue suka sampe bela2xin pindah tempat duduk, apapun yg sedang gue lakukan saat itu
gue takut setakut-takutnya sama itu, sampe sampe gue bukan cuma takut sama itu aslinya
sama segala sesuatu berbentuk itu pun gue benci
entah itu boneka, gantungan kunci, foto, apapun
bahkan sama permenpun gue takut
tau permen yuppi yg ceritanya mah bentuk buaya ga di?
tah itu mirip itu kan di ya?
pernah pas smp, sobat gue si rara ngedeketin permen yupi itu ke gue, becanda gitu
dia kira gue ga takut kali ya sama permennya mah
saking shocknya gue, gue secara refleks lgsg mundur mundur mundur
sampe akhirnya gue jatoh dari kursi rotan yg lumayan tinggi, dan bagai sudah jatuih tertimpa tangga, gue pun tertimpa kursi rotan
memarnya gede bgt tuh di bagia atas paha gue, sakiiit bgt
sakitnya sampe berhari-hari lah
cuma karena sebuah permen
sialan ga sih? zzz

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

sedikit flashback ke sekitar 10-taun-atau-bahkan-lebih-yang-lalu

taukah kalian apa yg membuat ggue begitu takut sama itu?
huaaaaaaa :((
jd sedih kalau diinget2x
jadi gini, dulu saat adik gue yg sekarang duah kelas 1 sma masih sekitar 5 taunan
dan gue yg masih h sekitar 7 taunan, adik gue suka bgt sama itu
dan saat itu, gue masih biasa aja, belum terlalu takut sama itu
ya takut sih, tapi takut selayaknya orang biasa aja
(tauga sih kalau anak kecil mau tidur suka ada kebiasaannya dulu yg biasanya tiap anak beda2x? kaya misalnya megang kuping ibunya, ngisep jempol, dsb dsb)
nah adik gue ini kebiasaannya adalah ngambil itu dari dinding, dimasukin plastik bening, lalu dipegang2x sampe leyek dan mati (yaaa memang kejam yaaaa -,-)
dan adik gue yg memang jail, lalu suka nakut2xin gue pake itu
gue dikejar2x sampe naek turun meja, sampe nangis ga kekontrol
sumpah ya di, ini bukan lebay, tapi saat itu gue bener2x takuuuuuuuuut bgt
takut bgt, gue kayanya ngerti bgt deh gmn perasaan tokoh2x dalam film jurassic park saat dikejar2x t-rex
(almost like that lah)
itulah awalnya gue jd takut bgt sama itu di :(
gue takuuuuut bgt
sampe skrg aja ini ngetik ga konsen gini karena ada itu di langit2x rumah gue
walaupun ga tepat di atas gue bgt sih
tadi beberapa jam yg lalu sempet ada tepat di atas gue loh,
gue kan ol pake pc ya, jd pc kan ga bisa dipindah2xin
jd gue diem dulu di pojok kasur, duduk manis disana nunggu sampe si itu pergi dari spot yg tepat di atas pc gue tersebut
sejamlah gue duduk cuma buat nungguin tu binatang sialan melangkah pergi
dan setalah dia melangkah pergi, langkahnya pelan sekali
layaknya putri solo, seandainya gue ga takut nyentuhnya udah gue bunuh deh tu binatang saking keselnya
sampe akhirnya itu udah rada jauh dari atas pc gue, baru deh gue berani duduk lagi


diary, phobia ini kadang ganggu bgt :(
gimana cara ngilanginnya ya? ada yg tau ga?

Rabu, 13 Oktober 2010

greatest hello and hardest goodbye :')

The greatest

Yes, you are the greatest hello
Great to know you
Great to spend my days with you
Great to love you more day by day
My world began so great when you were here

The hardest

Yes, you are the hardest good bye
I would never want to say "bye"
I don't even know
Am I ready enough to see your back, when you start to leave
?
Am I strong enough to let you go, someday?

Yeah, you're my greatest hello and also my hardest goodbye...

I had realize, this life is a story
And a story always has a beginning and... an ending
If you dare enough to face the beginning,
You have to dare also to face the ending
And so does a love

Hemm ending disini bukan maksudnya pisah karena suatu hal duniawi aja
Seperti yang selalu kamu bilang kan, suatu hari kita bakal dipisahkan ruang dan waktunya oleh maut. Tanpa pernah kita tau kapan waktunya
Tiba-tiba aku jadi mellow aja nih, setelah nulis note yang dibawah tadi

Dan kalau kamu cukup peka,
Setelah baca 2 notes ini,
Kamu seharusnya akan mengerti,
Betapa enggannya aku untuk kehilangan kamu.

(Eh tapi by the way, kenapa makin sini bahasa gue makin creepy ajaaaa? Oh God -,-)

100% for him

Banyak orang bilang gue adalah tipe orang yang ribet, terlalu banyak mikir sebelum bertindak. Well, mungkin terlihat seperti itu ya, tapi sekarang mau gue tegasin nih disini:
Gue bukannya ribet, tapi jalan pikiran gue emang sangat detail dan menyeluruh.
Gue ngeliat suatu hal itu dari berbagai aspek, dipikir dulu baik-baik, baru setelah itu memutuskan sikap mana yang terbaik untuk diambil. Tapi gue jamin nih ya PASTI, jalan yang gue ambil setalah dipikir mateng-mateng itu adalah BENAR ADANYA. See? Beda kan sama ribet, ribet tuh muter-muter ga jelas, ga ada ujung, ga ada hasil, dan ga ada kebenarannya.

Diary, gue mau jujur nih sama lu (ya iyalah namanya juga curhat sama diary masa ga jujur).
Ada satu hal yang lagi gue pikirin sekarang, dan itu sedikit membuat gue gusar. Ga sampe galau gimana gitu ya, cuma ya itu tadi, gue gusar dan agak takut.

Jadi gini, di,
Dulu,
Saat gue dan pacar gue yg sekarang baru jalan sebentar, belum sampe satu bulan,
Gue pernah punya prinsip:

"Rasa sayang gue ke dia harus tetep di bawah rasa sayang dia ke gue"

Well yeah, gue tau prinsip itu jahat dan picik bgt, yes i know and i had realize :(
Dan kadang gue ngerasa jahaaaaaaaaat bgt kalau nginget dulu gue pernah punya pikiran kaya gitu, sediiiiih :'(
Gue dulu kaya gitu karena belajar dari pengalaman yg sebelumnya, jgn pernah sayang sama cowo sampai ngelebihin rasa sayang cowo itu ke kita, karena rasanya bakal sakiiiiiit bgt diujungnya. Jadi di awal hubungan kami, gue selalu nekenin ke diri sendiri,

"Ini cuma sementara Bel, ini ga akan selamanya,"
"Dont fall too deep, Bella, belajar atur perasaan."

Kenapa gue sampe kaya gitu sama pacar sendiri? Karena gue ga mau sakit hati lagi, karena gue gamau nangis lagi, dan karena dia terlalu baik, hubungan kita terlalu indah untuk dinodai sama air mata dan rasa sakit (ebuseeeeet bahasa gue creepy sekali). Dan karena ada seorang sahabat yang sangat gue percaya pernah ngasihtau ke gue;

"Jangan pernah berharap suatu hubungan itu akan selamanya. Percaya deh, semua cowo itu brengsek, kecuali kalau lu mau pacaran sama seorang gay. Biasain dari awal, tanamkan di hati dan otak lu, bahwa kalian suatu saat bakal putus, berpisah, ended, separated."

Dan karena gue percaya disama sahabat gue itu, mulai dari saat itu gue mulai menanamkan dalam diri gue, bahwa suatu saat dia bakal ninggalin gue, jadi gue ga boleh jatuh terlalu dalem ke dalam pesonanya (ebuseeeeeeeeet makin menjijikan aja nih bahasa gue anjir wakakaka). Biar disaat kita berpisah nanti, gue ga perlu sedih apalagi sampe nangis, biarinlah dia aja yg sedih (yayayaya gue jahat gue tau gue licik dan picik, maaf di maaf. sekarang gue ga gitu lagi ko sumpah sumpah deh).

Tapi entah karna gue menyadari bahwa dia baik sekali, atau memang takdir Tuhan berkata bahwa gue harus mencintai dia sepenuhnya, akhirnya prinsip gue itu hancur berantakan, bener-bener hancur. Karena sekarang gue yakin, rasa sayang gue ke dia udah jauh bgt lebih besar dibanding rasa sayang dia ke gue. Jauh, jauh sekali.

Yes i'm sure that i do, i do love him.

And there's another fact; i've cried for him.
Bukankah ada seorang bijak yang bilang, "Suatu perasaan baru bisa dinamakan cinta, jika kamu telah menangis untuknya, untuk alasan apapun". Well, gue percaya quote itu. (So, i was already fall in love with him, right?)

Gue ga tau tepatnya sejak kapan gue mulai ngerasa begitu sayang sama dia, gue ga pernah tau kapan awalnya. Kenapa? Karena gue selalu ngerasa makin sayang dan makin sayang sama dia setiap harinya.

Awalnya, saat menyadari bahwa prinsip itu udah hancur dan misi gue untuk ga lagi sakit hati itu gagal total, gue frustasi, gue galau segalau-galaunya. Karena bagi gue, prinsip itu penting dan gue adalah orang yg konsisten sehingga aneh bgt masa aja sih seorang Bella memungkiri prinsipnya sendiri? Gengsi dong (padahal mun dipikir-pikir mah gengsi ka sahaaaa deui nya).

Tapi mau gimana lagi? Kenyataan berkata lain (ya Tuhan, kayanya sekarang lu lebih cocok jd pengarang skenario sinetron RCTI deh Bel, bahasa lu udah creepy tingkat dewi cinta). Sekarang gue bener-bener sayang dia, dan gue bersyukur atas itu :)

Sekarang gue udah sadar, gue bukan cuma akan sakit hati dan nangis kalau kehilangan dia, kalau dia ninggalin gue, gue bakal hancur. Ya gue tau kedengerannya lebay, but thats the fact, i will be nothing without him.

Sekarang gue ga lagi nanemin di hati dan otak gue bahwa kami suatu saat bakal pisah, gue justru nanemin bahwa dia akan jadi masa depan gue, selamanya sama gue. Dan gue bakal berusaha dan bertahan apapun keadaannya untuk tetep sama dia.

Gue bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget sama dia, ya gue bahagia. Ternyata bener apa kata orang, hidup itu ada sedihnya ada senengnya, dan alhamdulillah sekarang gue seneng.

Pernah ada seorang temen nasehatin gue (apa muka gue bisa bilang "hey, i'm falling in love" ya sampe-sampe bnyk bgt orang yg nasehatin gue gini?) agar gue jangan percaya sama cowo sampe 100%, karena nantinya saat dikhianati, akan sakit 100% pula. Quote ini ngingetin gue sama prinsip gue dulu agak agak mirip kan ya? Hemm, secara logika bener juga kan ya? I'm not sure whether my faith for him is already 100% or not yet. Gue belum yakin bahwa kepercayaan gue ke dia udah 100%.

But i'm so sure that my feeling for him is definitely already 100%.

Dan kemaren kemaren, baru beberapa hari yang lalu,
A wise friend of mine ever said to me:

"Lu harus belajar kuat dari sekarang, Bel. Kenapa? Karena rasa sayangnya cowo itu tumbuh dari 100 ke 0, sementara rasa sayang cewe tumbuh dari 0 ke 100. Gue ga mau liat lu nanti nangis disaat rasa sayang dia ke lu udah 0, sementara lu ke dia 100."

Kata-kata itu begitu meresap di otak gue, menjalar ke pikiran gue, layaknya racun.

Jujur gue takut. Sangat takut.

Yaampun saking takutnya, mikirinnya aja gue sampe pengen nangis nih di :(
(Jangan, jangan! Dia ga suka lu nangis! Jangan jangan jangan nangis Bel, JANGAN!)

Is that a fact? Is that real? Is that true?
That quote, that scary quote. I get scared.

Sumpah rasanya gue pengen teriak, nanya sama semua cowo di dunia, dan menuntut mereka untuk jujur:

"HEY, BENER GA RASA SAYANG KALIAN SAMA KITA TUH TUMBUH DARI 100 KE 0???"

Gue harap ngga. Gue harap ga semua cowo kaya gitu. Gue harap dia ga gitu.

Tolong.

Tolong bilang, tolong bilang NGGAAAAAAAAAAAAAA :((((((((((

Gue ga siap kehilangan dia, dan ga akan pernah siap.
Dan seandainya quote itu bener, gue bener-bener takut nunggu saat rasa sayang dia ke gue udah sampe di 0 sementara gue ke dia udah 100.
Karena kapanpun itu, gue ga akan pernah siap.



Eummm, and hey Love, if you read this note, here are a thing i'd like you to know:

"I'm already give my heart 100% for you, so keep it safe until the end ok? Cause i know i can't even fix it once you break it."

Senin, 11 Oktober 2010

Hujan, Perjalanan, Kita :)

In fact, gue adalah orang yang ga begitu suka dengan fenomena alam yang namanya hujan. Kenapa?
Karena jika hujan turun, rutinitas yang telah diatur sedemikian rupa sebelumnya dalam sebuah planning bisa hancur berantakan. Well, gue bukannya ga bersyukur sama Tuhan yg telah menurunkan hujan ke bumi on a good purpose, tapiii hemm okelah hujan memang bermanfaat untuk alam, tapi kadang hujan bisa jd amat sangat mengesalkan.
Sering sekali gue mendapatkan janji yg telah ada dari lama gagal hanya karena hujan turun. Hemm padahal kan hujan cuma air ya? Ya ya ya, cuma air.
Sejak SD dulu, hujan telah menjadi suatu fenomena yg membawa kesialan dalam hidup gue. Gue bersekolah di sebuah SD Negeri di komplek perumahan dimana gue tinggal, sekolah kecil sih yang muridnya kebanyakan adalah warga sekitar situ situ juga. Nah, di komplek ini, ada seorang wanita tua kurang waras yang biasa dipanggil Iting (buat warga Pasirpogor dan sekitar Ciwastra pasti taulah biografi Si Iting ini, karena sudah eksis disini sejak lama dan sampe sekarang masih ada, dia sangat famous layaknya seorang kembang desa hahahaha). Si Iting ini adalah figur yang ditakuti orang-orang terutama anak-anak, karena dia agak (AGAK???) emosian, budek, dan suka ngamuk ga puguh deh pokoknya.
Nahloh nahloh kok jadi ngalor ngidul sih, jadi apa hubungannya Si Iting dengan hujan? Jelas ada hubungannya. Saat gue masih SD, jika hujan turun di jam-jam sekolah, Si Iting yang notabene nya ga punya rumah untuk berteduh biasanya masuk ke gedung sekolah lalu membuat keributan. Entah hanya berteriak-teriak dalam bahasa sunda, "Rek kamana sia anj***ng???" atau melempar-lemparkan batu ke dalam kelas. Ekstrim sekali bukan? Karena itulah kami, begitu benci jika hujan turun saat jam sekolah.
Setelah beranjak dewasa pun, gue masih tetap tidak menyukai hujan. Karena kalau hujan turun, rambut bisa jadi basah dan lepek, seragampun basah, sepatu basah (ini yang paling menyebalkan, karena kalau sepatu sekolah basah, besoknya gue harus memakai sepatu sekolah yg dulu, yg udah butut. ZZZ bgt kan -,-). Dan yang paling parah, jika janji main dengan teman jadi batal gara-gara hujan, well jujur gue sering sekali mengalami efek hujan yg terakhir ini.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tapiiii

Ehem ehem :">

Aduh percaya ga percaya ya, sekarang gue ngetik entri ini dengan muka memerah dan senyam-senyum sendiri.


Tapi, lalu ada seseorang di hidup gue yang membuat hujan jadi terasa sangat manis dan indah.

Orang itu ada di hidup gue, sebuah elemen paling penting dalam kehidupan gue sekarang.

Seringkali kami, ya gue dan dia, batal pergi karena hujan. Dan kami, juga sering menghadang hujan dalam perjalanan kami. Sering sekali, mungkin karena kebetulan kita kenal saat di Indonesia sedang musim hujan ya.

Sering sekali.

Tapi ada satu hari, dimana hujan terasa benar-benar manis, seperti air gula (ok gue tau ini lebay, maaf). Hari itu adalah salah satu hari di masa masa pengangguran yang begitu indah, selulus sma, sebelum kuliah.

Hari itu dia nganter gue ke kampus gue (well seharusnya saat itu sebutannya
calon kampus ya) untuk registrasi fisik jas almamater, seragam, dll.

Dari rumah gue di Ciwastra, ke kampus utama di daerah Geger Kalong (so far yaaa), kita berpetualang pake motor mio dia.

Hari itu hujan turun, deras.

Hari itu kita memakai satu jas hujan untuk berdua.

Hari itu gue manja, seperti biasanya.
Gue bilang, "Punggung aku ga ketutupan jas hujan, basaaaaaaaah"
Lalu tanpa berkata apa-apa, dia melengeluarkan tangannya dari jas hujan, agar jas hujannya sampai ke belakang, menutupi punggung gue.

Saat itu sebuah lagu jadul yang sering Mama dengerin di rumah tiba-tiba ada di kepala gue:


"...the touch of your hand says you'll catch me whenever i fall, you say it BEST, when you say nothing at all..."

Hari itu gue berdebar, ya ada sedikit getar di hati gue.
Walaupun gue masih terlalu bodoh untuk mengartikannya.

Hari itu tangan dan kakinya basah kuyup.
Sementara seluruh tubuh gue aman dan kering.

Padahal hari itu, tangannya luka
Karena hari sebelumnya, dia terjatuh
Di perlajalannya pulang setelah mengantarkan gue pulang ke rumah dengan selamat

Padahal hari itu lukanya masih basah
Tapi dia tetap mengiyakan ajakan gue untuk mengantar gue ke kampus yang jauhnya jauh sekali

Padahal hari itu
Dia bisa saja menolak, toh gue bukan siapa-siapanya

Padahal hari itu
Gue bisa saja minta tolong orang lain, toh ada orang yg sudah menawarkan diri juga

Tapi hari itu
Entah kenapa, gue merasa begitu ingin bersama dia

Dan hari itu
Entah kenapa dia tetap rela hujan-hujanan dengan tangannya yg luka,
Demi gue

Ya, say im an egoistic, yes i am.
Kadang gue benci sama keegoisan diri gue sendiri, kadang gue merasa bersalah

Pernah di suatu hari hujan yang lain,
Gue mengutarakan rasa bersalah gue tentang hari hujan itu kepadanya

Then he said, "Gpp ko sayaaang."
Sambil menggenggam erat tangan gue yang melingkar di pinggangnya, dengan tangannya yg basah kuyup. Sementara tangan gue, lagi lagi kering.

Hari itu, gue merasa menjadi orang yg berarti
Setelah begitu lama gue merasa ga ada harga nya
Berkat dia, gue merasa berharga

Hari itu, hanya salah satu dari banyak hari-hari hujan lain yg pernah gue lalui bersama dia
Salah satu yang termanis

Hari itu, adalah 29 Juni 2010

Hari itu, telah 105 hari berlalu
Dilalui dengan hari-hari indah yang lain

Tapi hari itu, akan selalu gue kenang

Semoga dia juga mengenang hari itu dengan senyum, sama seperti gue sekarang

Karena di hari itu, ada 3 elemen paling indah yang begitu pas dipadupadankan bersama:
Hujan, Perjalanan, Kita :)

Minggu, 10 Oktober 2010

LAPAR

setting tempat: ruang depan, diatas bantal coklat besar yang empuk, duduk sendirian
setting waktu: pukul 6.33 sore menjelang malam

diaryyyyyyyyy

gue lapar
tapi di rumah sendirian, ga ada makanan
gue males bikin nasi goreng
teh ame bilang ntar jam 8 malem mau traktir gue baso petir
tapi apa gue sanggup nunggu sampe jam 8 malem???

*LEBAY LU BEL!

sekarang gue lagi ngekhayal gitu deh diiiii
ngekhayal makan pizza cheesy bites bertoping deluxe cheese =p~
hemmm minum yoghurt strawberry dari andalus yang mantap abeeees
eh eh eh tapi kayanya baso belakang BIP enak bgt tuh
minumnya pulpy orange
trs udah gitu jajan kue cubit, di bakar setengah mateng, 5 bijiiiiii aja
atau atau atau rotibooooy =p~
terus jcool yang couple bertoppingkan mango, grape, dan mandarin orange, hayaaaaah
gue abisin sendiri juga dah tu jcool couple \m/
trus hemmmm kayanya gue pengen jco donuts nya juga
yg topping greentea, almond, tiramisu, hayaaaaaah enak sekali sepertinya =p~
oh iya eh eh gue pengen breadtalk juga yg rasa abon pedes
hemmm ngmgn yg pedes2x, gue jadi pengen lidi2xan yg beli di unpad jatinangor =p~
atau seblak di sma 22, atau GEHU PEDAS??
atau keripik kacida deket gramed BIP
atau...

STOP, BEL!

aduh maaf ya diary, gue jd ngalor ngidul gini
ini semua karena gue gabisa pake kendaraan apa2x sih
pake motor takut, mobil apalagi
seandainya gue bisaaaaaa
dan seandainya duit gue ga terbataaaaaas
pasti udah gue beli deh semua makanan enak di seluruh dunia 8->

klarifikasi

ehem ehem

sekedar mau ngasihtau

kalau ada cerpen atau puisi disini, itu resmi bikinan gue

bukan ngopi darimana mana, entri2x yg ada di blog ini semua murni hasil kreatifitas dari otak gue kok hehehehe

*sekedar info ya, soalnya td temen gue ada yg nanya

"sedih ya crta luna&bulan, dapet drmn?"

zzzz

hahahaha

Sabtu, 09 Oktober 2010

Luna & Bulan

Luna memacu kecepatan dengan honda swift putihnya, nyaris tidak peduli dengan keselamatannya sendiri. Fly over pasteur Bandung di jam setengah 1 dini hari begini memang tergolong sepi sehingga orang orang galau setengah mati macam Luna sekarang bisa sesuka hati menumpahkan kekesalan dengan ngebut disini.
Luna mengemudikan mobilnya berbelok ke Jl. Cipaganti, tanpa tahu jelas kemana tujuannya malam ini. Mungkin Lembang? Atau sekedar cari tempat makan yang tenang di daerah Setiabudhi.
Ini semua salah ibunya. Oh bukan, ini jelas salah ayahnya. Hmm, atau mungkin keduanya? Yang jelas kalau mereka bisa cukup dewasa untuk mempertahankan hubungan agar tetap harmonis, mungkin malam ini Luna sudah terlelap di kamarnya yang nyaman, gelap dan aman.
Apa sebegitu salahnya mendapatkan IP 1,7? Seberapa salahnya kah absen nyaris 50% dalam satu semester jika dibandingkan dengan kesalahan mereka menelantarkan Luna selama berbulan-bulan? Tapi mereka tak pernah mau mengerti, ya mereka pikir Luna bisa tetap hidup damai, menjalani kehidupannya seperti sedia kala dengan keadaan rumah yang seperti neraka. Apakah Luna pernah mengeluh? Tidak. Saat Ayah dan Ibu saling lempar benda pecah belah di rumah, mengganggu tidur lelap Luna dan digantikan isakan tangis, apakah Luna pernah mengeluh? Atau sekedar menangis mengadu pada Ibu atau Ayah? Tidak. Luna berusaha dewasa, menyimpan sendiri lukanya, karena Luna tahu pikiran Ibunya sudah cukup mumet dengan suami yang diam diam memiliki istri muda yang bahkan sudah memberikan adik bagi Luna. Tidak perlu ditambah lagi dengan keluhannya bukan?
Tapi lihat kelakuan ibunya saat menerima laporan hasil UAS tadi, marah marah seperti orang kesetanan. Apa dia tidak sadar, andil siapa yang paling besar dalam kehancuran nilai-nilai Luna itu? Apa dia tidak ingat lagi, kapan tepatnya nilai-nilai Luna yang semula selalu A dengan IP 3 keatas mulai menurun drastis hingga sekarang jadi mayoritas C? Kalaupun dirinya sadar dan ingat, tapi apa pernah dia sekedar mengajak Luna sharing dan mengungkapkan unek-unek yang sudah nyaris 2 tahun ini dia pendam sendiri? TIDAK.
Oh tenang saja, Bu, mulai hari ini aku tidak akan pulang ke rumahmu lagi. Aku akan ke tempat Ayah, atau Nenek, atau Gilang, atau siapapun. Yang jelas aku tidak akan hidup bersamamu lagi.
"SHIT!!!" Luna menonjok stir hingga tangannya terasa nyutnyutan, inilah kebiasaannya sejak lama, memukul benda mati jika kesalnya sudah tak tertahankan.
Tanpa dia sadari, mobilnya sudah membawanya ke daerah Lembang, yang sangat sepi dan gelap di tengah malam hari selasa ini. Diam-diam dia bersyukur, dirinya bukan termasuk orang yang penakut pada hal-hal gaib.
Handphone yang sedari tadi tergeletak di jok sebelah tiba-tiba bergetar.
"Ckck," dengan malas Luna merogohnya dan melihat siapa yang menelepon. Gilanglah yang meneleponnya, lelaki yang sudah 7 bulan ini menjadi kekasihnya.
"Ngapain ni orang nelepon gue jam 1 malem gini? Harusnya orang rajin macam dia sudah di alam mimpi jam segini karena besok kuliah jam 7," pikir Luna. Malas menjelaskan kenapa dia masih menyetir di tengah malam begini, Luna me-reject panggilan itu.
Tak lama kemudian, hp nya bergetar lagi.
Ibu.
Lama didiamkannya panggilan itu. Menertawakan dirinya sendiri yang tidak sangup menekan tombol reject pada panggilan itu. Lalu dibukanya jendela mobil, dan dilemparkannya iPhone seri terbaru itu keluar. Toh ayahnya masih sanggup membelikan 10 buah iPhone yang sama.
Kios mie rebus di pinggir jalan itu menarik perhatian Luna untuk berhenti disana, entah kenapa, padahal Luna tidak lapar. Luna pun memarkir mobilnya lalu keluar dan berjalan ke arah bangku kayu di tenda kios mie rebus kecil itu. Sepasang suami istri berumur sekitar 50-an menyambut Luna dengan ramah dan agak kaget, munkin tidak biasa menerima pembeli seorang gadis di tengah malam nyaris subuh begini. Mendadak Luna menyadari dirinya masih memakai celana pendek dan kaos rumah yang agak terbuka, Luna merasa agak malu dan tidak enak, apalagi pasangan ini sepertinya adalah tipe agamis.
Luna nyengir sedikit untuk menyembunyikan rasa tidak enaknya.
"Mau mie rebus, Neng?" tanya sang istri yang memakai jilbab hitam, ramah.
"Iya, Bu, pake cengek ya," jawab Luna sedikit tersenyum, berusaha ramah.
"Jam segini mendadak lapar ya, Neng?" tanya sang suami lagi sambil setengah berkelakar, ramah sekali.
"Hehe iya, Pak, di kost an ga ada makanan," jawab Luna, berbohong.
Lalu ibu itu pergi ke dalam tenda untuk merebus mie diikuti oleh suaminya, tinggalah Luna sendirian di bangku kayu itu. Merenung, bagaimana rasanya jika yang menjadi orangtuanya adalah pasangan tua yang ramah barusan. Mungkin hidupnya akan damai, walaupun tidak mergelimang harta berlebih seperti sekarang. Setidaknya rumahnya akan terasa hangat, tidak seperti neraka.
"Hey, malem-malem gini ngelamun, kesambet setan loh, hihihi." Tiba-tiba seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahun mencolek lengannya, membuatnya terlonjak kaget. Luna meneliti gadis kecil itu sebelum menjawab, rambutnya dikucir 2, memakai gaun kecil berwarna biru dengan lengan menggelembung seperti putri salju, giginya yang ompong terlihat jelas karena dia terus nyengir sedari tadi.
Yang jelas bukan setan, setan tidak akan terlihat selucu ini alih-alih seram, pikir Luna.
"Kamu juga, malem-malem gini bukannya tidur," tegur Luna sambil tersenyum, mungkin anak ini adalah anak bungsu dari pasangan yang tadi, atau mungkin cucunya.
"Kalau aku, emang sudah biasa begadang, aku ga pernah tidur loh," jawabnya sambil menepuk dadanya, bangga, seolah tidak pernah tidur adalah hal yang mungkin terjadi dan Luna akan mempercayainya.
"Wah, masa? Hebat dong ya kamu. Memangnya besok gak sekolah?" Ada sesuatu pada diri gadis itu yang membuat Luna nyaman, familiar, seolah telah lama mengenalnya.
Gadis kecil itu tampak tidak menghiraukan pertanyaan Luna, dia malah mengambil sebuah pisang susu yang tergantung di dinding sebelahnya lalu melahapnya dengan lahap.
"Kamu suka pisang?" tanyanya pada Luna sambil menyodorkan sebuah pisang susu yang masih utuh. Luna sedikit terkejut ditodong begitu, jujur dulu Luna sangat menyukai pisang, terutama pisang susu. Saat dia masih seusia gadis kecil ini, saat keluarganya adalah keluarga paling harmonis sedunia, Luna sering ngemil pisang susu, bertiga dengan ayah dan ibunya. "Ditanya kok malah senyum sendiri, mau gaaaak?" tegur gadis itu. Ternyata tanpa sadar, Luna tersenyum sendiri tadi, mengenang masa kecilnya yang indah.
"Mau dong, aku juga suka. Nama kamu siapa?" jawab Luna sambil menerima lalu mengupas pisang susu itu.
"Nama ku Bulan, kamu Luna kan?" Luna yang sedang melahap pisang susu langsung tersedak mendengarnya. Segera dia meminum teh manis yang tadi telah disediakan.
Apa betul anak ini setan? pikir Luna panik. Pasti muka Luna yang ketakutan begitu lucu sehingga Bulan tertawa terbahak seperti itu.
"Kaget ya? Hahaha, aku bukan setan kok, Lun, tenang saja," Lagi-lagi dia bisa dengan tepat menebak isi kepala Luna.
"Kamu tahu gak, beda umur kita paling banter tuh 10 tahun, jadi kamu seharusnya memanggilku 'kakak', bukan 'Luna', ok?" kata Luna, masih sambil meneliti Bulan penuh curiga.
"Hahahaha, udah deh ga usah ngeliatin aku kaya gitu, serem tau. Aku gamau manggil kamu 'kakak'"
"Kenapa? Gak sopan ya," rasa heran Luna berubah menjadi rasa sebal dan sedikit takut pada anak ini.
"Arti nama kita kan sama, Luna dan Bulan." Terus apa hubungannyaaaaaaaaaa? pikir Luna gemas.
"Kamu anak ibu penjual mie kan?" tanya Luna memastikan.
"Bukan kok," NAHLOH??? Luna mulai berkeringat dingin.
"Terus? Ngapain kamu di tempat begini malem malem gini?"
"Aku mau nemuin kamu, Luna." Bulan menatap Luna tajam, penuh arti.
"Hmmm, Bulan, kalau kamu mau nakut-nakutin aku, mendingan ga usah deh. Aku pemberani dan aku lagi banyak masalah sekarang, mendingan kamu masuk sana gih, tidur," kata Luna sambil menunjuk pintu kain tempat si ibu penjual mie tadi masuk.
"Aku tau kamu lagi banyak masalah, kamu bertengkar dengan Ibu kan?"
HAAAAAAAH? Luna benar-benar ternganga sekarang. Dia merogoh kunci mobil dari meja, berniat kabur dari anak kecil aneh ini.
"Eiiit, tunggu!" Bulan mencengkram lengan Luna.
"Apa sih?" Luna melepaskan lengannya dari cengkraman Bulan. Bulan duduk tenang, menatap Luna, sama sekali tidak terlihat seperti anak kecil.
"Apa kamu ingat, dulu waktu seumurku, kamu masih tidur dengan Ibu? Sehingga seringkali Ayah mengalah dengan tidur di soffa, karena kasurnya terlalu sempit?"
Luna ternganga.
"Apa kamu ingat, dulu Ibu selalu bangun subuh demi untuk memasakanmu sarapan yang enak sebelum pergi sekolah, karena Ibu pun harus pergi bekerja setelahnya? Apa kamu ingat, dulu ketika uang Ayah belum sebanyak sekarang, ibu selalu membuatkanmu bekal makanan untuk dibawa ke sekolah agar kamu tidak perlu jajan? Apa kamu ingat, Ibu selalu menyempatkan diri membacakan dongeng sebelum tidur untukmu, walaupun dirinya sendiri sangat kelelahan dan mengantuk saat itu? Apakah kamu ingat, dulu ibu menyisihkan sedikit demi sedikit uang dari gaji nya yang tidak besar, untuk membelikanmu handphone karena saat SMP teman-temanmu sudah memiliki handphone sendiri? Tapi tadi, coba lihat apa yang kamu lakukan, Luna, kamu membuang begitu saja handphone mu hanya karena tidak mau menjawab telepon Ibu?"
Air mata Luna jatuh tak tertahan.
"Kamu terluka, Luna, aku tahu. Tapi luka Ibu jauh lebih dalam daripadamu. Pernahkah kamu berpikir, bagaimana rasanya dikhianati suami yang kamu percaya sedemikian rupa? Dan bagaimana rasanya jika anak semata wayangmu, yang kamu sayangi lebih dari apapun, mulai menutup diri, tidak lagi menganggapmu sebagai orang terdekatnya?"
"Aku, aku... aku bukannya menutup diri, tapi Ibu..." Luna tergagap.
"Kamu terperangkap dalam pikiran negatifmu sendiri, Luna, tanpa kamu sadari kamu telah menutup diri pada Ibu sejak 2 tahun yang lalu. Padahal Ibu tidak pernah mau merusak hubunganmu dengannya, ataupun dengan Ayah. Hubungan Ibu dengan Ayah memang sudah hancur, tapi tidak begitu harusnya dengan hubungan kalian. Dewasalah sedikit, Luna, bukan begini caranya. Ibu membutuhkanmu, dan coba tanya ke dalam hatimu, apa kamu masih membutuhkannya?"
Luna terisak hebat, mendapati kenyataan bahwa dirinya masih sangat membutuhkan Ibu, sangat menyayangi Ibu.
"Jangan menangis, Luna, pulanglah. Pulanglah pada Ibu, beliau mungkin sedang menangisimu sekarang. Pulanglah pada kehidupanmu yang dulu, yang cemerlang, dirimu yang pintar dan bermasa depan gemilang, yang banyak teman dan penuh kasih."
"Kamu...?" Luna masih terisak hingga tak mampu berpikir jernih, tapi siapakah Bulan sebenarnya? Malaikat kiriman Tuhan kah?
"Adalah kewajibanku untuk mengembalikan masa depanku yang nyaris hancur ke jalan yang benar," jawabnya misterius sambil tersenyum.
Tunggu, apa katanya tadi? Masa depan nya? Luna makin tidak mengerti.
Bulan lalu melepaskan kalung yang dipakainya, yang berliontinkan sebuah hati yang cukup besar, lalu menyerahkannya pada Luna.
"Ini untukmu, simpan saja ya, jadi kamu punya 2," Bulan tersenyum lagi.
Luna meremas lalu membuka liontin hati itu dengan hati-hati. Liontin yang persis sama dengan miliknya sendiri, yang telah bertahun-tahun hanya disimpan di laci dan tidak dipakai lagi.
Foto Bulan yang tengah tertawa lepas, riang, dicium pipi sebelah kirinya oleh Ibu yang juga tersenyum riang. Ibu dan Bulan, Ibu dan... dirinya? Ya, dirinya sepuluh tahun yang lalu, jauh sebelum hidupnya berantakan seperti sekarang.
Fakta aneh namun nyata itu menyadarkan Luna dari lamunan, Luna mendongak untuk mengucapkan terimakasih pada Bulan. Tapi Bulan sudah tidak ada lagi di hadapannya. Setetes air mata lagi turun di pipinya, kali ini diiringi senyum.
"Terimakasih, Bulan," bisiknya.
Jauh di lubuk hatinya, ia mendengar suara seorang gadis kecil,
"Terimakasih kembali, Luna :)"

my blog, my diary

hell-ooooooooo

mau sedikit curcol nih

duluuuu komp gue yg di kamar ada aplikasi M Diary, dimana gue bisa curhat nulis ttg apa aja yg gue mau tulis
curhatan, puisi, lirik lagu yg gue suka, atau sekedar nulis khayalan gue yg berjibun
bahkan kadang gue isi sama cerpen gue yg ilhamnya suka tiba2x muncul

tapi sekaraaaaaang, komp yg ada aplikasi M Diarynya itu pindah ke ruang tengah. jd gue jarang pake komp itu, jadinya pake komp yg ini yg di ruang depan dan ada kasurnya juga. (aduh ga ngerti ya? hmm yg pernah ke rumah gue pasti ngerti deh haha)

nah nah nah gue kadang suka kangen curhat sama komp lagi, tapiiiiii di komp ini ga ada M Diary dan gue gatau juga gmn cara download dan install nya. (yes i am a gaptek girl, yes i am -____-)

tapi lalu gue dapet ide HAHAHA >:)

gimana kl blog ini gue jadiin diary aja? toh ga akan ada yg baca juga kalau ga gue publish. ya ga ya ga? blog ini mau gue jadiin diary aja, dan ga akan gue publish ah kecuali ke tmn2x deket gue kalau ada sesuatu yg pengen gue share

ok okaaaaaaaaaay? setuju kan di?

my blog, my diary :)

Jumat, 08 Oktober 2010

HIGH SCHOOL (kelas 3)

Saat jalan cepat setengah berlari dari ck bubat sampe gerbang sekolah karna takut dipulangin
Saat sampe di parkiran motor, dan secara refleks mata pun mencari motor jupiter mx abu ke tempat parkir nya yg biasa,

"Apakah dia sekolah hari ini?"

Saat buka jaket di gerbang tapi lalu dipake lagi setelah melewati guru piket
Saat ngaca dan benerin rambut sebentar (SEBENTAR??? hahaha) di kaca gede depan lemari piala
Saat nongkrong dulu di kantin sambil nunggu bel masuk
Saat bercanda di kelas, ketawa ketiwi cekikikan sama geng sayap timur sampai dimarahin Bu Anih
Saat nyisir di kelas dan lalu dimarahin Pak Nana "Bella, matematika itu tidak butuh sisir!"
Saat maksain ngemil keripik riki yg superpedas di kelas hingga kepedesan ga punya minum, dan akhirnya nyuruh anak cowo beli minuman ke kantin
Saat nyanyi nyanyi ga jelas lalu di rekam pake hp dian
Saat bertengkar bertengkar bercanda dgn prici
Saat dilempari sampah yg berjibun dan bahkan nyaris dengan sekarung pupuk oleh anak anak cowo "AMUNISI SI BEEEEY!!!"
Saat kejatuhan buah aneh mirip tai burung di rambut hingga poni jd basah dan lepek ga puguh
Lalu anak2x cowo manggil maulidza untuk ngeliat rambut gue yg ga banget (karena mereka tau gue jaim bgt kalau depan dia)
Lalu nyumput ke kolong meja biar dia ga bisa liat rambut gue
Lalu nangis tersedu sedu karena merasa mereka jahat banget (HAHAHAHA aduh ngakak)
Lalu anak anak minta maaf dan Edo ngasih boneka biar gue ga nangis lagi (aduh ampun deh bella lu childish bgt HAHAHA)
Saat sudah penat di kelas lalu ke wc sama Dian, tapi sengaja lewat IPS 3 biar lewat kelasnya Mas Unyil (HAHAHA caper)
Saat terjatuh di sekolah dan ditertawakan anak2x
Saat mabal di kantin dan kalau ada guru lewat cepet2x ke perpus pura2x disuruh ngambil buku sama Bu Anih
Saat istirahat beli baso dan susu oreo di gigs
Atau sekedar jajan seblak atau lidi2xian
Saat istirahat biasanya menyempatkan walaupun sekedar 10 menit ke sekre osis (HAHAHA caper lagi sama ketos)
Saat diketawain secara sinis sama Egin and the gank
Saat nangis ke gank baso karena sakithati digituin sama adik kelas tapi gabisa ngapa2xin
Saat curhat dadakan sama Inji
Saat upacara tapi barisnya ga sesuai kelas, PSB nyatu semua (wkwkwk)
Saat pemantapan, pabagusbagus baju
Saat tragedi 30 september dimana gue ga ikut2xan sama sekali tapi lalu gue yg dipanggil pertama dan dituduh sebagai dalangnya (padahal ikut nguriling juga NGGA -__-)
DI bentak dan ga diberi kesempatan ngomong sama sekali sama wakasek
Saat nangis (lagi) karna di bentak bentak terus padahal ga salah -___-
Saat ngegodain cowo cowo ganteng sama Gerpil;
"Gery ganteeeeng ;;)"
"Shongong ganteeeeeeng ;;)"
"Adit ganteeeeeeng ;;)"
"Dery ganteeeeeng ;;)"

Saat saat yg walaupun kadang seneng kadang sedih itu, tetap merupakan saat saat paling indah yg pernah gue alamin semumur hidup
Dan ga akan pernah gue alamin lagi

SMA

Saat saat dimana hidup kita begitu indah, tanpa pernah kita sadari
Saat saat dimana hidup kita begitu mudah, tanpa pernah kita sadari
Saat saat dimana tugas bukanlah merupakan sesuatu yg terlalu penting seperti skrg
Saat saat dimana kita memakai seragam, tidak perlu beli banyak baju untuk setiap hari dipakai seperti skrg


Seandainya bisa balik lagi ke jaman itu, sehariiiiii aja...

tentang dia




Dia

Dia awalnya gue kenal dari yahoo messenger
Bulan Februari tanggal 27 tahun 2010
Sebuah id yg ga gue kenal nyapa

"Siapa ini?"

Then I said, "Ini bey, kamu siapa yaaa?"

Dari chatting ngalor ngidul dibumbui ketawa ketiwi karna ternyata dia adalah teman lumayan dekat dari sahabat terbaik gue, Chyntia Vamella Gania Putri a.k.a Gerpilus. Sampai ujung ujungnya kita jadi lumayan deket karna sering chatting.

Dia

Our first met was in Gor Koni, jl. Jakarta
TO Telkom (waktu itu kan kelas 3 SMA yaaa, jd lg rajin rajinnya ikutan TO sana sini)
Gue dateng sama Dian, temen SMA. Dan dia dateng sama Gerpil.
Tapi saat itu gue ga sadar bahwa itu adalah dia, yg nyaris tiap malem chatting sama gue
(Tapi apakah dia sadar?)

Dia

Pertama kali gue main sama dia adalah karokean ke Naff BSM
Berempat: gue, dia, Gerpil, dan Hasbi
Dari yg awalnya selalu main berempat (so so double date HAHAHA)
Lama lama jd keseringan berdua aja, karena Gerpil dan Hasbi sibuk sendiri sendiri waktu itu

Dia

Yang selalu ada buat gue di saat gue butuh
Butuh orang yg nganter gue kemana mana
Makan, nonton, jajan rotiboy, bahkan ke kampus
Butuh orang untuk ngehibur gue disaat sedih
Saat mendadak gue ga lulus karna pelajaran TIK
Butuh orang untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul
Sekedar biar gue ga sendiri

Dia

Yang selalu, selaluuuuuuuu baik bgt sama gue
Dan gue
Yang selalu, selaluuuuuuuu aja begitu naif dan bodoh untuk ga bisa mengartikan maksud dari semua kebaikan dia itu

Dia

Yang kemudian jadi orang yg sangat berarti buat gue
Mungkin berawal dari butuhnya gue ke dia yg mengakar sehingga gue jd bener2x ketergantungan sama dia
Walaupun saat itu posisi dia di hati gue juga masih rancu bgt, ga jelas ada dimana
Saat itu gue bingung sendiri, siapa dia buat gue?
Kecengan? No no no, absolutely big no no
Pedekatean? Oh ga juga ya kayanya, creepy juga kalau bilang itu pdkt
Sahabat?
Hmmm may be, but i was so sure that friendship is not like our relationship.
He was more, much more precious than just a best friend.

Dia

Yang selalu sabar ngehadepin gue yg egois dan agak bodoh
Sampe akhirnya ada suatu tragedi kecil
Yang seolah menyadarkan gue akan satu fakta yg mungkin sudah ada dari lama tapi baru gue sadari
Bahwa gue sayang dia
Dan fakta lain yg jelas bahwa gue ga mau kehilangan dia, dan gue mau jadi lebih dari sekedar sahabat buat dia
Fakta yg bikin gue ga lagi mikir
"siapa dia buat gue?"
Dan mengubah pertanyaan sederhana itu menjadi:
"siapa gue buat dia???"

Dia

Yang setelah 147 hari gue kenal as a good friend
Dan setelah 19 hari sukses bikin gue galau segalau-galaunya
Akhirnya resmi menjadi pacar gue
:) ---> i type this text while smilling :">

Dan dia

Sekarang telah menjadi orang yg amat sangat berarti buat gue
Orang yg paling penting
Yang selalu ada, dan semoga akan selalu ada
Yang selalu gue harap, bahwa dia adalah orang yg tepat yg Tuhan ciptakan buat gue
Karena gue selalu berharap, dia akan menjadi masa depan gue



He makes me forget about my past, he is my present, and i really hope he will be my future :)

blog ini *geje*

HAHAHAHAHAHA

gue bikin blog ini udah lama bgt, berbulan bulan yg lalu.
tapi lalu gue lupa email mana yg gue pake buat blog ini, kl passwordnya sih inget (karna selalu satu kata itu yg gue pake)
suatu hari gue tiba2x pengen ngeblog, nahloh tapi ko gue lupa gitu ya email nya hemmm
untung gue inget pernah gue publish di account twitter gue hehehe (yg in fact sih jarang gue pake juga tu twitter account wkwkwk)
gue emg bukan typical org yg gadget gimanaaaa gitu ngikutin trend online yg makin sini makin banyak website gahul dari mulai facebook twitter sampe ada skype dan malah sekarang ada koprol juga, myspace, dll
aduh aduuuuh hahaha gue emg bukan anak gaul ya jadiiiiii
mulai skrg mau menyalurkan kreatifitas dan curahan hati disini aja deh hehehe ga akan bnyk yg baca juga kali yaa :))

*yah walaupun masih cek account fb tiap hari sih hehehe :DD