Selasa, 09 November 2010

think the opposite

Pernah suatu hari, gue ngeliat salah satu temen sekelas gue membaca sebuah buku self help gitu. Sekilas judul buku itu kebaca sama gue; Whatever you think, think the opposite. Dengan hanya melihat sekilas judulnya saja, gue udah bisa nangkep seperti apa isi dan kira-kira makna nya.
Gue lalu minta izin ke temen gue itu untuk minjem bentar bukunya, gue baca sinopsis di belakang bukunya dan bener kan, apa isinya tuh sesuai kaya apa yg gue perkirakan.
Kalian yg baca posting gue ini, bisa nebak ga sih seperti apa kira-kira isi buku itu?
Ya, maksudnya mah kira-kira: "Kalau mau ngapa-ngapain pikir dulu gimana kalau kita yg digituin"
Dan hanya dengan baca 6 kata sederhana itu, "Whatever you think, think the opposite", langsung banyak hal-hal dan pemikiran-pemikiran yang berhamburan di otak gue.
Akan lebih baiknya kehidupan gue seandainya dari dulu gue udah nerapin 6 kata sederhana itu.
Ke orang tua gue, ke sodara-sodara gue, ke temen-temen, sahabat, pacar, dosen, office boy di kampus, satpam, pembantu, ke semuaaaaaa orang.
Maksudnya disini bukan hanya kalau gue mau ngelakuin sesuatu yg negatif lalu mikir "gimana kalau gue yg digituin?"
Tapi juga coba pikir "kalau gue diginiin sama orang pasti seneng deh" atau "kalau dia bilang gini sama gue gue pasti seneng bgt, gue juga mau ngomong gitu sama dia ah biar dia seneng"
Ngerti ga? Ketangkep ga sih maksud gue?
6 kata ajaib itu menyadarkan gue akan betapa mudahnya sebenarnya menyenangkan dan menghargai orang-orang di sekitar kita.
Percaya atau ngga, semenjak baca 6 kata itu sampai sekarang, gue selalu nerapin maknanya di setiap bagian kehidupan gue.
And it really works!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar